4 in 1 Pasteur Bikin Bingung

Bandung – Satlantas Polrestabes Bandung uji coba 4 in 1 Pasteur khusus bagi pengendara mobil yang keluar dari Gerbang Tol Pasteur. Sejumlah pengendara terutama dari luar Kota Bandung menilai program 4 In 1 membuat bingung dan tidak efektif karena jalan alternatif menjadi macet.

Hari pertama sosialisasi dan uji coba 4 in 1 di jalur sepanjang Jalan Djunjunan (Pasteur) menuju Jembatan Layang Pasupati, Jumat (18/1/2013), dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Pantauan detikbandung, mobil mayoritas berpelat ‘B’ atau Jakarta yang baru keluar dari Gerbang Tol Pasteur menuju pusat Kota Bandung tampak kebingungan. Kendati polisi mengarahkan dan memasang rambu arahan jalur 4 in 1 dan non 4 in 1 beberapa meter sebelum lampu merah Jalan Pasteur-Jalan Surya Sumantri, tetap saja pengendara bingung.

Mobil berisi empat penumpang dan lebih, bisa melintasi Jalan Pasteur menuju Jalan Sukajadi dan Jembatan Layang Pasupati. Sementara mobil kurang dari empat penumpang harus belok kanan ke Jalan Surya Sumantri.

Hasilnya, tak sedikit mobil berisi dua dan tiga penumpang menepikan kendaraannya sebelum melanjutkan perjalanan. Mereka bertanya kepada beberapa anggota polisi. Bagi pengendara luar Bandung yang tak terbiasa melewati Jalan Surya Sumantri, tentunya menjadi hambatan.

Seorang pengendara mobil dari Tol Pasteur yang tak memenuhi syarat 4 in 1 buru-buru diberhentikan polisi lantaran melintas Jalan Djunjunan (Pasteur). “Tadi saya ditegur, enggak ditilang. Karena saya tidak tahu adanya four in one ini,” ujar Mujib, warga Jakarta, kepada wartawan di Jalan Pasteur.

Menurut Mujib, langkah Satlantas Polrestabes Bandung menerapkan 4 in 1 guna mengatasi kemacetan di Jalan Pasteur perlu dikaji ulang. Memang pengaruhnya ada yakni Jalan Pasteur menuju Jembatan Layang Pasupati menjadi lancar, tapi berbeda saat kendaaraan roda empat dialihkan ke jalur alternatif atau non 4 in 1. Imbas 4 in 1 membuat macet Jalan Surya Sumantri.

“Ini kan Jalan Surya Sumantri jadi menumpuk kendaraan. Saya menilai (four in one) tidak efektif,” kata Mujib.

Warga Jakarta lainnya yang menggunakan mobil, Agus, mengaku bingung dengan program 4 in 1 di Bandung. Ia pun terpaksa ikut terjebak kemacetan di Jalan Surya Sumantri.

“Saya menganggap four in one di kawasan Pasteur tidak efektif mengatasi kemacetan. Agar tidak macet, sebaiknya diberlakukan pembatasan kendaraan saja. Misalnya, mobil tua harus dibatasi, dan STNK dimahalkan,” usul Agus.

Keluhan yang sama juga disampaikan warga Bandung, Dikiri. Melalui surelnya kepada detikbandung, Dikiri memprotes kebijakan 4 in 1. Sebab kemacetan menjadi terbagi kemana-mana. “Ini daerah Sukaraja dan sekitarnya menjadi macet. Ini sih mendzolimi warga Bandung. Tolong kepada yang berwenang kebijakannya dipertimbangkan lagi,” ujar Dikiri.

Polisi dalam tahap uji coba 4 in 1 Pasteur ini bersikap menegur mobil yang melanggar. Pihak kepolisian belum menerapkan sanksi serta tilang jika mobil pribadi berpenumpang kurang dari empat orang.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Yully Kurniawan menjelaskan program 4 in 1 diberlakukan bagi mobil pribadi yang keluar dari Gerbang Tol Pasteur. Ia mengklaim pelaksanaan 4 in 1di lapangan dianggap berhasil.

“Buktinya tidak ada antrean di GT Pasteur yang masuk ke Bandung. Selain itu, satu jam lebih four in one dilaksanakan, kondisi arus lalu lintas Jalan Pasteur menuju Fly Over terpantau lancar atau tidak macet. Berbeda Jumat biasanya sebelum four in one, biasanya terjadi kepadatan. Soal Jalan Surya Sumantri terkena imbas macet, karena banyak mobil dari GT Pasteur ini yang isinya kurang dari empat penumpang,” tutur Yully kepada wartawan di Gerbang Tol Pasteur.

Sabtu 19 Januari 2013, polisi masih menggelar uji coba 4 in 1. Waktunya dimulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Sistem penerapannya pun seperti hari pertama uji coba. Yully mengimbau kepada pengguna tol dari arah Jakarta tidak hanya mengandalkan Tol Pasteur untuk masuk Bandung.

“Kendaaran bisa masuk ke Bandung melalui empat gerbang tol lainnya. Seperti Gerbang Tol Pasirkoja, Kopo, Mochamad Toha, dan Buahbatu,” pesan Yully.

(bbn/ern)

Sumber: detikbandung.com