Flu burung: Hati-hati memelihara burung dan unggas!

flu-burung-jenis-baru

Bagi para penggemar burung dan peternak unggas di Indonesia harap berhati-hati karena di Cina sudah ada wabah flu burung jenis varian baru. Sebaiknya kita semua berjaga-jaga agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Hal ini harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah (departemen kesehatan) dan semua kalangan masyarakat dalam menjaga agar virus tersebut tidak sampai ke Indonesia.

Berdasarkan berita terbaru (BBCIndonesia.com), pemerintah Cina membenarkan ada dua kasus baru penularan virus flu burung H7N9 di Shanghai. Temuan ini membuat angka kasus penularan flu burung yang diakibatkan oleh jenis virus itu menjadi 18 kasus. Sejauh ini pemerintah Cina mengatakan virus tersebut telah mengakibatkan enam orang tewas.

Badan Kesehatan Dunia, WHO mengatakan delapan orang lain yang terjangkit virus ini di Cina juga berada dalam kondisi yang ‘parah’. Pemerintah Cina telah melakukan sejumlah langkah untuk merespon berjangkitnya virus flu burung H7N9, salah satunya adalah memperluas larangan perdagangan unggas di kota Nanjing

Sebelumnya mereka telah menutup pasar unggas di Shanghai dan menghentikan perdagangan. Kantor Berita Xinhua mengatakan pemerintah telah memerintahkan pemusnahan puluhan ribu burung yang berada di dua pasar unggas di Shanghai. Otoritas setempat mengatakan penularan virus burung H7N9 ini berasal dari pasar unggas di kota itu.

Sementara di Nanjing, pejabat setempat mengatakan virus flu burung yang mereka temukan bukan berasal dari pasar unggas setempat, sehingga langkah pencegahan yang diambil adalah menghentikan perdagangan unggas. H7N9 sebelumnya tidak pernah ditemukan pada manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan informasi tentang virus jenis baru ini masih terbatas, tetapi semua korban mengalami radang paru-paru parah, dengan gejala demam dan nafas pendek.