Spekulasi penyebab kecelakaan Lion Air di Bali

Spekulasi-Kecelakaan-Lion-Air-diBali

Apakah kecelakaan Pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Bandung-Denpasar yang mengalami kecelakaan di sisi landasan pacu (runway) Bandara Ngurah Rai, Bali, tersebut karena faktor cuaca, kerusakan mesin atau human error?

Pesawat jenis Boeing 737-800 itu dijadwalkan tiba di Ngurah Rai – Denpasar Bali pada pukul 15.16 WITA. Namun pesawat mengalami kecelakaan pada 15.10 WITA. Pihak Lion Air menerima pesawat ini pada Maret tahun ini dan baru beroperasi 2 bulan.

pesawat-lior-jatuh-di-laut-Bali

Inilah beberapa laporan yang berhasil dirangkum dari beberapa saksi mata:

1. Saksi mata melihat Lion Air Boeing 737 800 NG mendarat keras di runway Bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat menukik dengan cepat. “Terdengar bunyi bukk! Lalu pesawat terus lurus kencang dan berhenti di laut,” kata saksi mata Amir yang melihat kejadian itu. (detik.com)

2. Salah seorang saksi kejadian kecelakaan pesawat Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Bali, Supang, mengatakan bahwa dia melihat pesawat nahas itu gagal mencapai landasan pacu. “Hanya menyentuh ujung wilayah landasan saja,” kata Supang Sabtu, 13 April 2013. Supang menyatakan tidak terdengar suara ledakan saat pesawat itu mendarat di perairan Bali. “Hanya jatuh saja, tidak terdengar ada ledakan atau terlihat kebakaran. Tapi ekor pesawat memang patah,” katanya. (tempo.co)

3. Arthur Imanuel, seorang penumpang pesawat Lion Air yang jatuh di Bali, mengaku mendengar pramugari membicarakan kerusakan mesin pesawat. “Ini nih kalau dipaksakan, mesinnya emang sudah rusak,” kata Arthur menirukan perkataan pramugari. (tempo.co)

4. Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan pesawat Lion Air 737-800 Next Generation mendarat di laut dekat Bandara Ngurah Rai, Bali pada saat cuaca sedang hujan. Dan beliau pun mengatakan cuaca tak bermasalah berdasarkan pandangan mata. Namun, dia belum mengetahui persis bagaimana kondisi udara setempat. “Tidak spesifik berdasarkan padangan mata, tapi kan semua terdata,” kata Edward dalam wawancara dengan TVOne. (tempo.co)

5. Pihak Air Traffic Controller (ATC) Bandara Ngurah Rai Bali, memastikan tak ada informasi yang mereka terima dari pesawat Lion Air beberapa saat sebelum pesawat itu jatuh. Pesawat itu mendarat keras dan akhirnya masuk ke laut. “Tidak ada informasi yang diterima bahwa pesawat akan mengalami crash. Tiba-tiba mendarat di laut,” kata petugas Air Traffic Controller (ATC) Angkas Pura II Bandara Ngurah Rai, Bali, Tri Basuki dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4/2013). (detik.com)

Nah, jika melihat laporan para saksi di atas maka sekilas dapat ditarik kesimpulan bahwa kemungkinan pesawat tersebut tergelincir adalah disebabkan antara human error atau memang ada masalah dengan sistem pendaratan pada mesin pesawat?

Tetapi semua itu baru spekulasi awal saja, untuk lebih jelasnya mari kita tunggu informasi resmi dari pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menemukan rekaman kotak hitam pada memori Cockpit Voice Record (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) dari pesawat Lion Air.

“Oleh karena itu, penyebab kecelakannya akan segera diketahui,” ujar Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi melalui telepon, Sabtu (13/4).

Mari kita tunggu hasil investigasinya dan semoga informasi resminya bisa secepatnya diumumkan kepada masyarakat.

(AK)