Besar Kemungkinan Lokasi Pesawat MH370 Tidak Jauh Dari Posisi Terakhir

MH-370

Keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 belum juga terdeteksi. Namun informasi yang beredar mengenai pesawat ini terus bermunculan. Kali ini informasi terbaru datang dari salah seorang pekerja lepas pantai di Vietnam.

Pekerja itu bernama Michael J McKay, warga negara Selandia Baru. Dalam emailnya, seperti dilansir offshoreenergytoday.com, Kamis (13/3/2014), McKay mengaku melihat pesawat terbakar saat sedang bekerja di Kilang Songa Mercur. Email itu sendiri sudah dikirim kepada otoritas Vietnam dan Malaysia sehari setelah pesawat ini dinyatakan hilang.

“Saya mencoba untuk menghubungi para pejabat Malaysia dan Vietnam. Tapi saya tidak tahu apakah pesan telah diterima atau tidak,” jelasnya dalam email tersebut.

Kilang ini berada di perairan Vietnam dan dimiliki oleh kontraktor pengeboran lepas pantai internasional Songa. Meski informasi yang diberikan cukup lengkap, namun informasi McKay tersebut jangan dianggap sebagai pembenaran dan harus melalui verifikasi.

Dalam emailnya, McKay menyebut ada sebuah pesawat terbakar pada 300 km sebelah tenggara provinsi Vung Tau. Dan dia meyakini jika pesawat yang dilihat berasal dari maskapai Malaysia Airlines.

Data-data yang diberikan McKay dalam emailnya adalah; saat melihat pesawat itu, ia berada pada Lat 08 22 ‘ 30.20 ” N Lat 108 42.22.26 ” E. Arus permukaan laut saat itu adalah 2-2,3 knot ke arah 225-230. Kecepatan angin saat itu sekitar 15-20 knot. Saat itu dia melihat pesawat masih berbentuk utuh.

Informasi lainnya menyebutkan bahwa satelit canggih milik China menangkap tiga buah benda berukuran besar mengambang di tengah laut.

Dilansir AFP, Kamis (13/3/2014), satelit China mendeteksi tiga benda besar mengambang di perairan laut. Lokasinya memang masih masuk dalam wilayah pencarian pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak tersebut.

Satelit China itu menangkap gambar tersebut pada 9 Maret lalu. Hingga saat ini masih dianalisa untuk memastikan benar tidaknya benda tersebut merupakan bagian dari pesawat Malaysia Airlines.

Tiga benda itu tersebar dalam radius 20 km di 105,63 derajat Bujur Timur dan 6,7 derajat lintang utara. Ukuran yang tampak adalah 13 x 18 meter, 14 x 19 meter dan 24 x 22 meter.

Laporan lainnya menyebutkan bahwa tim peneliti dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China mengeluarkan data soal kemungkinan petunjuk keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Mereka sempat menangkap getaran seperti gempa di laut antara perbatasan Malaysia dan Vietnam.

Diberitakan The Star, Kamis (14/3/20140), getaran seperti gempa tersebut tertangkap tim peneliti di kawasan perairan dekat perbatasan Malaysia dan Vietnam pada 8 Maret 2014 lalu, beberapa jam setelah MH370 dinyatakan hilang dari radar.

Dalam laporan yang dipublikasikan di situs resmi mereka, para peneliti yakin getaran itu bukan gempa karena daerah tersebut tak masuk dalam kawasan seismik.

“Insiden itu terjadi sekitar pukul 02.55 dinihari pada 8 Maret, sekitar 1,5 jam setelah Mh370 kehilangan kontak pada sekitar 1.30 dinihari,” terang informasi di situs tersebut.

“Salah satu dari dua kemungkinan lokasinya berada di area sekitar 116 kilometer ke arah timur laut dari posisi terakhir Mh370,” sambung data tersebut.

Tim peneliti mendeteksi gempa kecil itu menggunaan dua seismograf yang berlokasi di dekat perbatasan tersebut.

“Jika getaran ini disebabkan karena kecelakaan pesawat di laut, intensitas seismik menunjukkan bahwa proses jatuhnya memang cukup dahsyat,” sambung laporan tersebut.

Sekecil apapun informasi yang didapat sebaiknya segera ditindaklanjuti demi mempercepat penemuan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 tersebut.

Info: detik.