Jangan Pilih Caleg dan Partai yang Suka Melanggar Aturan Pemilu!

Maskot PEMILU 2014 SI KORA

Tanggal 16 Maret-5 April adalah masa kampanye akbar peserta politik Pemilu 2014. Ada beberapa hal yang dilarang dilakukan selama masa kampanye tersebut. Apa saja?

Kampanye akbar atau disebut juga kampanye terbuka dapat digelar dalam bentuk pertemuan rapat umum, penyebaran bahan/atribut kampanye, iklan di media massa cetak dan elektronik serta pemasangan alat praga di tempat umum.

“Ada beberapa hal yang dilarang, di antaranya mempertentangkan dasar negara dan konstitusi, menyinggung SARA dan diskriminasi, lalu jangan sampai tidak menjaga ketertiban umum,” kata komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Minggu (16/3/2014).

Kemudian dilarang melibatkan pejabat negara seperti hakim MK, MA, BPK, BI, BUMN dan BUMD termasuk perangkat desa dan PNS. Kampanye melibatkan presiden atau kepala daerah harus melalui izin cuti.

“Hindari money politik dan jangan libatkan anak di bawah usia 17 tahun. Waktu kampanye mulai pukul 09.00-17.00,” ucap Ferry.

“(Pelanggaran terhadap larangan tersebut) bisa dipidana atau sanksi administatif,” imbuhnya.

Dalam Undang-Undang 8 tahun 2012 pasal 86 tentang ‘Larangan Kampanye’, diatur tegas hal-hal yang dilarang. Yaitu:

A. Mempersoalkan dasar negara pancasila, UUD, dan bentuk NKRI
B. Melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan NKRI
C. Menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan atau peserta pemilu lain.
D. Menghasut dan mengadu domba perseorangan atau masyarakat
E. Mengganggu ketertiban umum
F. Mengancam melakukan kekerasan atau menganjurkan kekerasan kepada seseorang/sekelompok masyarakat dan atau peserta pemilu lain.
G. Merusak dan atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu lain
H. Menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, tempat pendidikan.
I. Membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atribut selain dari peserta pemilu bersangkutan
J. Menjanjikan atau memberikan uang atau materi lain kepada peserta kampanye.

Info: KPU