Keputusan Galau Malaysia Tentang MH370??

MH370

Sejumlah obyek di Samudera Hindia yang diduga bagian dari pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 masih belum ditemukan juga. Otoritas Australia menghentikan sementara pencarian karena cuaca buruk. Sehingga dalam 24 jam ke depan diperkirakan tidak akan ada identifikasi puing terkait MH370.

“Hingga puing ditemukan, semuanya hanya spekulasi visual,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Australia David Johnston saat berbicara kepada wartawan di Pangkalan Udara Pearce, Perth seperti dilansir Straits Times, Selasa (25/3/2014).

Lokasi obyek-obyek diduga MH370 berada di area perairan terpencil di Samudera Hindia bagian selatan. Area tersebut hingga kini masih menjadi fokus pencarian. Menurut Johnston, jarak area pencarian tersebut ekuivalen dengan jarak Perth, Australia Barat ke Victoria. Jarak kedua wilayah tersebut diperkirakan mencapai 2.727 kilometer.

“Kami tidak mencari sebuah jarum di tumpukan jerami, kami masih berusaha menemukan jeraminya,” ucap Johnston memberikan analogi soal proses pencarian MH370 saat ini.

Fokus operasi pencarian MH370 kini difokuskan pada area terpencil di Samudera Hindia bagian selatan yang diyakini menjadi lokasi keberadaan bangkai pesawat tersebut. Area tersebut dikenal cukup sulit dan menantang bagi misi pencarian via laut karena gelombang yang besar, angin yang kencang, serta kedalaman laut yang tidak biasa.

Pada Senin (24/3), Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan bahwa MH370 berakhir di lokasi terpencil Samudera Hindia bagian selatan, atau sebelah barat Perth, Malaysia. Dalam keterangannya, PM Najib menyebutkan bahwa kesimpulan ini didasarkan pada analisa baru oleh perusahaan satelit Inmarsat dan badan penyidik Inggris UK Air Accidents Investi­gation Branch (AAIB) pada data satelit yang menunjukkan rute menyimpang MAS MH370 hingga ke Samudera Hindia.

Berdasar analisa tersebut, disimpulkan bahwa MH370 terbang menuju koridor selatan dan posisi terakhirnya berada di tengah-tengah Samudera Hindia, barat Perth, Australia. Pada lokasi tersebut, sama sekali tidak ada lokasi pendaratan sehingga disimpulkan MH370 berakhir di lautan.

Pesawat MAS MH370 menghilang sejak 8 Maret lalu dengan membawa 227 penumpang dan 12 awak. Pesawat jenis Boeing 777-200ER ini memiliki rute Kuala Lumpur-Beijing, namun entah mengapa, pesawat ini berubah jalur hingga mengarah ke Samudera Hindia.

Jelas sekali jika pihak Malaysia terburu-buru dalam mengambil keputusan tentang jatuhnya MH370 di Samudera Hindia, pihak Australia saja belum berani memastikan/memutuskan bahwa gambar pencitraan dari satelit tersebut adalah puing-puing MH370 sebelum mereka pastikan dulu setelah puing-puing tersebut ditemukan dan diangkut ke daratan untuk diidentifikasi lebih lanjut dan itu memakan waktu masih lama.

Entah itu adalah sikap profesionalisme atau bukan dari pihak Malaysia tersebut, yang jelas pihak mereka sudah mengabarkan berita duka cita tentang jatuhnya pesawat MH370 di Samudera Hindia kepada seluruh keluarga korban. Nah loh!! Jika ternyata semua itu bukan puing-puing MH370 melainkan hanyalah kontainer yang jatuh (seperti yang diinformasikan oleh sebagian perusahaan pelayaran yang pernah melewati jalur tersebut) maka nama baik negara Malaysia dipertaruhkan gara-gara keputusan galau tersebut, baik di mata keluarga korban maupun dunia internasional.

Dan yang menjadi pertanyaan yang masih belum terjawab, yaitu kenapa pesawat MH370 tersebut menyimpang jauh dari jalur penerbangan utamanya dan seolah-olah berusaha terbang menuju Antartika tanpa memikirkan persediaan bahan bakarnya?.. Jika memang misi bunuh diri kenapa harus jauh-jauh bunuh dirinya?.. Jika dibajak kenapa ingin mendarat di Antartika?.. Jika ingin memecahkan rekor terbang keliling duniapun mustahil tanpa bahan bakar yang cukup?.. Semuanya tampak tidak logis!!! Apakah mungkin jika MH370 sengaja di tembak jatuh karena melanggar wilayah dan sulit dihubungi pihak berwenang karena berusaha terbang rendah menghindari radar dan tanpa sinyal komunikasi sama sekali. Dan setelah sadar yang ditembak jatuh adalah pesawat sipil, maka negara yang menembaki tutup mulut dan merahasiakan insiden tersebut?.. Ini tampaknya lebih logis ketimbang spekulasi lainnya.

Semua itu hanya Tuhan yang mengetahuinya dan apabila Dia berkenan memberitahukannya maka dalam waktu dekat semua pertanyaan kita tentang MH370 tersebut akan segera terjawab. Oleh sebab itu jangan mendahului putusan Tuhan, tunggu dan bersabarlah.