Info pencegahan penyakit MERS

masker

Demam, batuk, dan kesulitan bernapas adalah gejala umum penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Sudah banyak orang yang meninggal akibat penyakit yang merebak di Arab Saudi ini. Namun belum diketahui dengan pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini.

Diduga, seseorang tertular MERS melalui cairan penderita yang batuk/bersin. Selain itu mungkin juga terjadi penularan tidak langsung melalui sentuhan benda-benda yang terkontiminasi virus dan kontak langsung dengan penderita.

Syarif Shahabudin, Pelaksana Fungsi Pensosbud – KJRI Jeddah, menyampaikan sejumlah langkah-langkah pencegahan:

1. Menjaga kesehatan dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptic (anti-bacterial).
2. Segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, dan kesulitan bernapas (sesak napas, atau napas pendek).
3. Melindungi diri dan orang lain dari penyebaran kuman-kuman serta penyakit yang menyerupai influenza.

Syarif berpesan jika timbul sakit dengan gejala penyakit seperti influenza, maka bila memungkinkan tunda bepergian. Selain itu dia mengingatkan untuk mempraktikkan etika batuk dan bersin yang baik. “Tutup mulut dan hidung dengan tangan untuk mengurangi penyebaran kuman. Jika menggunakan tisu, buanglah sesegera mungkin dan cuci tangan setelahnya, upayakan untuk menghindari kontak dengan orang sakit,” paparnya.

Ada baiknya Anda kenali gejala-gejala infeksi virus korona, seperti batuk, demam, hidung dan tenggorokan terasa mampat, dan sesak napas. Dalam beberapa kasus ada yang disertai diare. Dan dalam kasus-kasus yang lebih serius, penderita bisa mengalami komplikasi serius seperti gejala gangguan pernapasan (pneumonia) hebat yang berujung kematian.

“Gunakan selalu masker saat berada tempat-tempat umum dan keramaian, terutama saat melaksanakan ibadah umrah,” pesan Syarif.

Sumber: detik.